Thursday, 6 December 2012

Ketika



Rasa ini semakin nyata.
Aku mulai merasakan rindu ditengah heningnya malam. Aku mulai memikirkanmu ditengah padatnya aktivitasku.  Aku mulai merasakan cemburu ditengah keberadaanmu ketika lebih dekat dengan wanita lain selain aku. Aku mulai mengkhawatirkanmu saat kabarmu tak kunjung datang menghampiriku.  Dan lalu, jika sudah seperti ini, apakah mungkin aku mulai mencintaimu ?Aku pikir.... ah entahlah. Yang aku tau, rasa ini kian hari kian menggebu. Dan kalaupun boleh jujur, aku mencintai sekaligus membenci situasi ‘genting’ seperti ini. Titik.

***


Aku. Bersama kepengecutanku.
Jadi untuk membutkikan rasa sayangku, aku harus apa?
Aku serasa orang bodoh yang benar-benar tolol untuk mengontrol apa yang aku rasa. Aku tidak bisa seperti yang lain yang lebih sempurna. Dan lebih cerdas dalam hal pengekpresian cinta. Aku serasa orang bodoh, yang hanya bisa diam dan berdiri ditempat untuk memerhatikanmu secara diam-diam. Aku serasa orang bodoh yang dipenuhi niatan untuk menyapamu, berbicara denganmu,bergurau dan menemanimu. Tapi.. kepengecutanku terlalu overload hingga mungkin membuatmu tak percaya dengan lontaran kata ‘aku sayang kamu’ dari bibirku. Mungkin kamu berpikir hal lain. Tapi aku bisa apa, aku hanya bisa memercayaimu untuk memercayaiku.

*bersambung

No comments:

Post a Comment