Rasa ini semakin nyata.
Aku mulai merasakan rindu
ditengah heningnya malam. Aku mulai memikirkanmu ditengah padatnya aktivitasku.
Aku mulai merasakan cemburu ditengah
keberadaanmu ketika lebih dekat dengan wanita lain selain aku. Aku mulai
mengkhawatirkanmu saat kabarmu tak kunjung datang menghampiriku. Dan lalu, jika sudah seperti ini, apakah
mungkin aku mulai mencintaimu ?Aku pikir.... ah entahlah. Yang aku tau, rasa
ini kian hari kian menggebu. Dan kalaupun boleh jujur, aku mencintai sekaligus
membenci situasi ‘genting’ seperti ini. Titik.
***
Aku. Bersama kepengecutanku.
Jadi untuk membutkikan rasa
sayangku, aku harus apa?
Aku serasa orang bodoh yang
benar-benar tolol untuk mengontrol apa yang aku rasa. Aku tidak bisa seperti
yang lain yang lebih sempurna. Dan lebih cerdas dalam hal pengekpresian cinta.
Aku serasa orang bodoh, yang hanya bisa diam dan berdiri ditempat untuk memerhatikanmu
secara diam-diam. Aku serasa orang bodoh yang dipenuhi niatan untuk menyapamu,
berbicara denganmu,bergurau dan menemanimu. Tapi.. kepengecutanku terlalu
overload hingga mungkin membuatmu tak percaya dengan lontaran kata ‘aku sayang
kamu’ dari bibirku. Mungkin kamu berpikir hal lain. Tapi aku bisa apa, aku
hanya bisa memercayaimu untuk memercayaiku.
*bersambung
*bersambung
No comments:
Post a Comment